SUFYAN ATS-TSAURI: TELADAN ULAMA HADITS DAN ZUHUD YANG MENJADI PANUTAN
Sufyan ats-Tsauri adalah seorang ulama besar dari generasi Tabi‘in yang lahir di Kufah pada tahun 716 M dan wafat di Basrah pada tahun 778 M. Ia dikenal sebagai salah satu imam dalam ilmu hadits, tafsir, dan fiqih, serta terkenal karena kesalehan, zuhud, dan keteguhan spiritualnya. Keilmuan dan akhlaknya membuatnya dianggap setara dengan imam-imam besar, serta menjadi rujukan bagi para ulama sesudahnya.
Dalam kesehariannya, Sufyan ats-Tsauri tidak hanya mengumpulkan dan meriwayatkan hadits, tetapi ia menerapkan ajaran yang dia pelajari dalam kehidupan nyata. Beliau terkenal berkata bahwa ia tidak akan meriwayatkan suatu hadits dari Rasulullah ﷺ kecuali setelah ia terlebih dahulu mengamalkannya dalam hidupnya. Sikap ini menunjukkan bahwa ilmu bagi beliau bukan hanya teori, tetapi harus terpancar dalam amal nyata dan akhlak yang mulia.
Sikap zuhud Sufyan ats-Tsauri tercermin dalam caranya hidup sederhana dan menjauhi kecintaan terhadap dunia. Ia menolak bergantung kepada penguasa dan kekayaan dunia yang bisa melemahkan keteguhan keimanannya. Beliau memilih hidup mandiri, berdagang demi memenuhi kebutuhan tanpa harus mengorbankan prinsip agama. Keteguhan ini menjadi teladan bagi generasi setelahnya tentang pentingnya menjaga integritas dan kemandirian seorang ulama.
Dalam pengalaman spiritualnya, Sufyan ats-Tsauri dikenal sebagai pribadi yang wara’ dan penuh perhatian terhadap sesama. Suatu kisah menunjukkan bagaimana beliau memenuhi wasiat seorang sahabatnya yang wafat dengan penuh kesungguhan dan ketulusan, memperlihatkan bahwa pengabdian kepada sesama adalah bagian tak terpisahkan dari
Melalui hidupnya, Sufyan ats-Tsauri menjadi teladan nyata bahwa ilmu bukan hanya untuk diketahui, tetapi untuk diimplementasikan, memperkukuh akhlak, dan memperkuat hubungan dengan Allah serta sesama manusia.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Sufyan_ats-Tsauri