HASAN AL BASHRI: ULAMA TABIIN YANG MENINGGALKAN WARISAN KEISLAMAN ABADI
Hasan al Bashri lahir di Madinah pada tahun 642 M pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab dan wafat di Basra Irak pada tahun 728 M dalam usia sekitar 85 tahun. Ia termasuk generasi tabi’in yaitu generasi setelah para sahabat Nabi Muhammad ﷺ. Namanya dikenal luas sebagai salah satu ulama besar pada masa awal Islam yang memiliki pengaruh kuat dalam perkembangan ilmu dan spiritualitas umat.
Sejak kecil Hasan al Bashri tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan keluarga Nabi karena ibunya pernah menjadi pelayan Ummu Salamah istri Rasulullah ﷺ. Hal ini membuatnya banyak berinteraksi dengan para sahabat. Ia menimba ilmu langsung dari tokoh-tokoh besar seperti Abdullah bin Abbas Anas bin Malik dan Ali bin Abi Talib sehingga memiliki dasar keilmuan yang sangat kuat dalam tafsir hadis dan fiqih.
Di Basra ia dikenal sebagai guru dan pendakwah yang disegani. Gaya nasihatnya tegas jujur dan menyentuh hati. Ia tidak segan menegur penguasa yang zalim serta mengingatkan masyarakat agar tidak terlena oleh dunia. Kehidupannya mencerminkan sifat zuhud sederhana dan penuh kehati-hatian dalam menjaga amal.
Hasan al Bashri juga dikenal sebagai tokoh yang menekankan pentingnya introspeksi diri rasa takut kepada Allah dan persiapan menghadapi akhirat. Pemikirannya memberi pengaruh besar terhadap perkembangan tasawuf awal dan corak spiritual dalam Islam. Banyak tokoh sufi generasi setelahnya yang terinspirasi oleh ajaran dan keteladanannya.
Hingga hari ini Hasan al Bashri dikenang sebagai simbol keseimbangan antara ilmu dan amal antara ketegasan dan kelembutan serta antara kecerdasan dan ketakwaan. Warisannya tetap hidup melalui murid-muridnya dan kutipan-kutipan nasihatnya yang masih relevan untuk umat Islam di berbagai zaman.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Hasan_al-Bashri