Berita / PERSIAPAN MENYAMBUT RAMADHAN DENGAN TAQWA DAN IKHLAS
30 Jan 2026

PERSIAPAN MENYAMBUT RAMADHAN DENGAN TAQWA DAN IKHLAS

Image PERSIAPAN MENYAMBUT RAMADHAN DENGAN TAQWA DAN IKHLAS News

Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan adalah momen penting bagi setiap muslim karena bulan ini dipenuhi dengan rahmat, keberkahan, dan peluang pahala besar. Persiapan menyambutnya bukan sekadar urusan jasmani, tetapi terutama persiapan spiritual dan mental agar ibadah yang dilaksanakan selama Ramadhan dapat mencapai target yang diridhai Allah. Ramadhan adalah waktu untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh kesungguhan. 

Salah satu persiapan utama adalah menata diri agar mampu beribadah secara total baik secara lahir maupun batin. Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan yang bisa merusak pahala puasa, seperti berbohong, bergunjing, memandang yang tidak halal, atau mendengar hal-hal yang sia-sia. Ini menunjukkan bahwa Ramadhan mengajarkan kedisiplinan batin yang jauh lebih dalam daripada sekadar menahan lapar dan haus.

Ada lima keistimewaan bulan Ramadhan yang harus kita sambut dengan penuh kesungguhan. Nabi Saw bersabda:  

أُعْطِيَتْ أُمَّتِي فيِ شَهْرِ رَمَضَانَ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ نَبيٌ قَبْلِيْ، أَمَّا وَاحِدَةٌ فَإِنَّهُ إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ نَظَرَ اللهُ تَعَالَى ِإلَيْهِمْ وَمَنْ نَظَرَ اللهُ إِلَيْهِ لَمْ يُعَذِّ بْهُ أَبَدًا، وَأَمَّا الثَّانِيَةُ فَإِنَّ خُلُوْفَ أَفْوَاهِهِمْ حِيْنَ يُمْسُوْنَ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ اْلمِسْكِ، وَأَمَّا الثَالِثَةُ فَِإنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَسْتَغْفِرُ لَهُمْ فيِ كُلِّ يَوْمٍ وَ لَيْلَةٍ، وَأَمَّا الرَّابِعَةُ فَإِنَّ اللهَ تَعَالىَ يَأْمُرُ جَنَّتَهُ فَيَقُوْلُ لَهَا: اِسْتَعِدِّي وَ تَزَيَّنِي ِلعَباَدِي أَوْشَكُوْا أَنْ يَسْتَرِيْحُوْا مِنْ تَعَبِ الدُّنْيَا ِإلَى دَارِي وَكَرَامَتِي، وَأَمَّا اْلخَامِسَةُ فَإِنَّهُ ِإذَا كَانَ آخِرُ لَيْلَةٍ غُفِرَ  لَهُمْ جَمِيْعًا، فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ اْلقَوْمِ: أَهَيَ لَيْلَةُ اْلقَدَرِ؟ فَقاَلَ: لاَ، أَلمَ ْ تَرَ إِلَى اْلعُمَّالِ يَعْمَلُوْنَ فَإِذاَ فَرَغُوْا مِنْ أَعْمَاِلهِمْ وُفُّوْا أُجُوْرَهُمْ  

Artinya: “Telah diberikan kepada umatku di bulan Ramadhan, lima hal yang belum pernah diberikan kepada seorang Nabipun sebelumku yaitu: (1) Pada awal bulan Ramadhan, Allah s.w.t melihat umatku. Siapa yang dilihat oleh Allah, maka dia tidak akan disiksa untuk selama-lamanya. (2) Aroma mulut orang yang berpuasa, di sisi Allah lebih baik dari aroma misik (kasturi). (3) Para malaikat memohon ampunan untuk umatku siang dan malam. (4) Allah s.w.t memerintahkan (penjaga) surga-Nya: “Bersiap-siaplah dan berhiaslah kamu untuk hamba-hambaKu, mereka akan beristirahat dari kesulitan hidup di dunia menuju ke tempat-Ku dan kemuliaan-Ku”, dan (5) Pada akhir malam bulan Ramadhan Allah mengampuni dosa-dosa mereka seluruhnya”. Seorang sahabat bertanya: “Apakah itu malam Qadar wahai Rasulullah?”. Nabi menjawab: “Tidak, tidakkah kamu mengetahui bahwa para pekerja, apabila mereka selesai dari pekerjaannya, niscaya akan dibayar upahnya”. (HR. Baihaqi, 3450).

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan para setan dibelenggu pada bulan Ramadhan, serta terdapat malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Sabda ini menggambarkan betapa mulianya bulan ini dan pentingnya menyambutnya dengan hati yang bersih, iman yang kuat, dan semangat ibadah yang tinggi agar kita benar-benar meraih keberkahan yang disediakan. 

Ada pula hadits yang menjelaskan lima keistimewaan khusus pada bulan Ramadhan yang belum diberikan kepada umat sebelum Nabi Muhammad ﷺ, seperti dilihatnya seorang hamba oleh Allah di awal bulan sehingga tidak disiksa selamanya bila ia tetap dalam ketaatan, serta ampunan dosa secara keseluruhan di akhir malam bulan Ramadhan. Dalil-dalil ini menunjukkan bahwa kesempatan memperoleh pahala luar biasa sangat terbuka lebar selama Ramadhan dan harus disambut dengan penuh harapan serta perbaikan diri. 

Selain itu, menyambut Ramadhan juga berarti mempersiapkan amal ibadah yang lebih intens, seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, memperbaiki bacaan dan pemahaman agama, memperkuat hubungan sosial dengan sesama, serta merencanakan pengisian malam-malam terakhir dengan kegiatan yang mendekatkan diri kepada Allah. Persiapan lahir dan batin seperti ini akan menjadikan Ramadhan bukan sekadar kewajiban, tetapi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa. 

Sumber : https://jabar.nu.or.id/taushiyah/persiapan-menyambut-ramadhan-xVMCv

 

Whatsapp Chat Admin