Berita / MENGAPA KITA SULIT MERASAKAN NIKMATNYA IBADAH?
23 Oct 2026

MENGAPA KITA SULIT MERASAKAN NIKMATNYA IBADAH?

Image MENGAPA KITA SULIT MERASAKAN NIKMATNYA IBADAH? News

Pernahkah kita melaksanakan salat, membaca Al-Qur’an, dan berpuasa, tetapi hati tetap terasa hampa dan sulit merasakan ketenangan? Ibadah yang seharusnya mendekatkan diri kepada Allah terkadang justru terasa berat untuk dijalankan. Salah satu hal yang perlu kita renungkan adalah tujuan hidup manusia, sebagaimana firman Allah dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56, bahwa jin dan manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, melainkan bentuk penghambaan kepada Allah dalam seluruh aspek kehidupan.

Salah satu penyebab ibadah terasa berat adalah ketika hati terlalu terpaut pada dunia dan keinginan hawa nafsu. Kita menginginkan pahala dan surga, tetapi terkadang masih enggan meninggalkan perbuatan dosa. Kita menginginkan ketenangan, tetapi lalai mengingat Allah. Ketika lisan terbiasa membicarakan keburukan orang lain, mata tidak dijaga dari perkara yang haram, dan hati dipenuhi kecintaan berlebihan terhadap dunia, kita perlu mengevaluasi diri. Bukan berarti setiap orang yang sulit menikmati ibadah pasti sedang melakukan dosa tertentu, tetapi keadaan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah.

Kita juga harus menyadari bahwa beribadah membutuhkan perjuangan dan kesungguhan. Menjaga salat tepat waktu, melawan rasa malas, membaca Al-Qur’an secara rutin, serta menahan diri dari kemaksiatan bukanlah perkara yang selalu mudah. Namun, kesulitan tersebut tidak seharusnya membuat kita menyerah. Rasulullah ﷺ mengajarkan sebuah doa agar kita senantiasa memohon pertolongan Allah dalam beribadah: Allahumma a‘inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik, yang artinya, “Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.” (HR. Abu Dawud no. 1522 dan An-Nasa’i no. 1303). Doa ini mengingatkan kita bahwa untuk istiqamah, kita membutuhkan pertolongan Allah.

Lantas, bagaimana agar kita dapat merasakan nikmatnya ibadah? Mulailah dengan memperbaiki niat, mempelajari makna bacaan salat, memperbanyak zikir, menjauhi maksiat, dan membiasakan diri melakukan amal saleh secara konsisten. Jangan menunggu hati terasa tenang untuk mulai beribadah, tetapi teruslah beribadah sambil memohon agar Allah melembutkan hati kita. Allah berfirman dalam QS. Fussilat ayat 30 bahwa orang-orang yang mengatakan Rabb mereka adalah Allah, kemudian istiqamah, akan mendapatkan kabar gembira dari para malaikat. Oleh karena itu, jangan meremehkan amal kecil yang dilakukan secara rutin dan jangan pula berputus asa ketika semangat beribadah sedang menurun.

Pada akhirnya, nikmatnya ibadah bukan semata-mata diukur dari perasaan haru, tangisan, atau ketenangan yang kita rasakan ketika beramal. Ibadah yang benar tetap harus dilaksanakan dengan ikhlas dan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ, sekalipun hati terkadang belum merasakan kenikmatannya. Jadikan kesulitan beribadah sebagai dorongan untuk bermuhasabah, bukan alasan untuk meninggalkannya. Ingatlah bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah tempat kita mempertanggungjawabkan segala amalan. Semoga Allah melembutkan hati kita, menolong kita dalam ketaatan, dan menjadikan ibadah sebagai sesuatu yang kita cintai hingga akhir hayat. Aamiin.



Sumber : https://muslimah.or.id/22342-mengapa-kita-sulit-merasakan-nikmatnya-ibadah.html

 

Whatsapp Chat Admin