Berita / JABAL AL-LAWZ: MENYAMBUT MUSIM SALJU, MEMAHAMI WARISAN KUNO DI TABUK
26 Jan 2026

JABAL AL-LAWZ: MENYAMBUT MUSIM SALJU, MEMAHAMI WARISAN KUNO DI TABUK

Image JABAL AL-LAWZ: MENYAMBUT MUSIM SALJU, MEMAHAMI WARISAN KUNO DI TABUK News

Tabuk, Arab Saudi — Saat musim dingin tiba, puncak Jabal Al Lawz yang biasanya tampak tandus berubah menjadi pemandangan yang jarang terbayangkan di Semenanjung Arab: hamparan putih salju yang kontras dengan langit biru cerah dan bebatuan granit gelap. Terletak sekitar 200 kilometer barat laut Kota Tabuk, dengan ketinggian mencapai 2.580 meter di atas permukaan laut, gunung ini menjadi salah satu destinasi wisata musiman yang paling dinantikan, tidak hanya bagi warga Saudi tetapi juga pelancong regional yang ingin merasakan sensasi salju di jantung padang pasir.

Namun, daya tarik Jabal Al Lawz jauh melampaui keindahan alam sementaranya. Gunung ini menyimpan lapisan sejarah dan kepercayaan yang dalam, menjadikan kunjungan ke sana sebagai perpaduan antara pesona alam, petualangan, dan penelusuran warisan peradaban kuno.

Lebih dari Sekadar Salju: Sejarah dan Signifikansi

Jabal Al Lawz, yang secara harfiah berarti "Gunung Almond", merupakan bagian dari rangkaian pegunungan di wilayah Tabuk. Keunikannya tidak hanya terletak pada ketinggian yang membuatnya menerima hujan salju tahunan, tetapi juga pada peninggalan arkeologisnya yang misterius. Di lerengnya, terdapat situs-situs batu yang memuat petroglif (ukiran batu) kuno yang menggambarkan manusia dan hewan, diduga berasal dari ribuan tahun yang lalu, menjadi bukti keberadaan peradaban awal di wilayah ini.

Lebih kontroversial, beberapa peneliti dan eksplorator—terutama dari kalangan non-akademis—pernah mengaitkan puncak ini dengan gunung suci dalam narasi sejarah Abrahamik, berdasarkan interpretasi terhadap sejumlah formasi batuan. Namun, penting untuk dicatat bahwa otoritas resmi Saudi, khususnya Kementerian Pariwisata dan Komisi Warisan, tidak mengakui atau mempromosikan klaim-klaim religius tersebut. Penekanan resmi lebih pada nilai arkeologi, geologi, dan keindahan alamnya sebagai bagian dari produk wisata Saudi yang beragam. Situs ini dilindungi dan penelitian arkeologi serius terus dilakukan untuk memahami konteks sejarahnya yang sebenarnya.

Pengalaman Wisata: Apa yang Dapat Dinikmati Pengunjung?

Selama bulan-bulan musim dingin (biasanya Desember hingga Februari), pengunjung dapat menikmati:

  1. Pemandangan dan Fotografi Salju: Kontras antara salju, batuan gelap, dan padang gurun sekitarnya menciptakan latar yang dramatis dan instagenik.

  2. Hiking dan Pendakian Ringan: Area tertentu di kaki dan lereng gunung cocok untuk pendakian non-teknis, dengan pemandangan yang semakin memukau seiring ketinggian.

  3. Kemping Musim Dingin: Banyak pengunjung memilih untuk berkemah di area yang lebih rendah untuk menyaksikan matahari terbit dan terbenam yang menakjubkan.

  4. Mengamati Petroglif: Dengan bimbingan pemandu berizin, pengunjung dapat melihat dari dekat ukiran-ukiran batu peninggalan nenek moyang, meski dilarang keras menyentuh atau merusaknya.

Informasi Praktis untuk Pengunjung

Sebagai destinasi alam dan situs yang sensitif, penting untuk memperhatikan hal berikut:

  • Akses dan Izin: Jabal Al Lawz terletak di area terpencil. Akses ke area inti sekitar puncak dan situs arkeologi utama TERTUTUP untuk umum dan memerlukan izin khusus dari otoritas setempat. Pengunjung biasa hanya diizinkan hingga area-area tertentu di sekitarnya yang telah ditentukan. Selalu koordinasikan dengan operator tur resmi atau kantor pariwisata setempat di Tabuk sebelum melakukan perjalanan.

  • Operator Tur: Cara teraman dan paling informatif untuk berkunjung adalah melalui operator tur berlisensi yang ditunjuk oleh Kementerian Pariwisata Saudi. Mereka menyediakan transportasi 4x4, pemandu yang memahami medan dan regulasi, serta peralatan keselamatan.

  • Musim Kunjungan: Puncak kunjungan adalah saat salju turun, biasanya antara Desember dan Februari. Suhu bisa sangat ekstrem, berkisar dari -2°C hingga 10°C di siang hari.

  • Biaya: Tidak ada tiket masuk resmi ke area umum yang terbuka. Biaya yang dikeluarkan pengunjung akan mencakup paket tur dari operator (bervariasi tergantung durasi dan fasilitas, mulai dari ~300 SAR/orang), sewa kendaraan 4x4, dan akomodasi jika menginap di Tabuk.

  • Fasilitas: Tidak ada fasilitas umum seperti toilet, restoran, atau kafe di lokasi. Semua kebutuhan (makanan, minuman, tenda, sleeping bag) harus dibawa sendiri. Prinsip "bawa pulang sampahmu" mutlak diterapkan untuk menjaga kelestarian.

  • Keselamatan: Medan berbatu dan licin saat bersalju. Kondisi cuaca bisa berubah cepat. Disarankan untuk:

    • Menggunakan kendaraan 4x4 dengan pengemudi berpengalaman.

    • Membawa pakaian penghangat yang sangat memadai (jaket tebal, sarung tangan, kupluk).

    • Membawa persediaan air dan makanan lebih dari cukup.

    • Mematuhi semua batasan yang ditetapkan oleh petugas atau pemandu.

Komitmen Saudi pada Pariwisata Berkelanjutan

Pengembangan wisata di Jabal Al Lawz merupakan bagian dari visi Saudi 2030 untuk mendiversifikasi ekonomi dan membuka sektor pariwisata. Pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata dan Komisi Warisan, berupaya menyeimbangkan antara akses wisata dan pelestarian. Penutupan area inti adalah langkah protektif untuk menjaga integritas situs arkeologi yang tak tergantikan dari kerusakan.

Sebelum merencanakan perjalanan, sangat disarankan untuk menghubungi Visitor Center di Kota Tabuk atau memeriksa informasi terkini melalui platform digital resmi Saudi Tourism Authority (www.visitsaudi.com) untuk mendapatkan panduan terbaru mengenai status akses dan operator tur yang direkomendasikan.

Jabal Al Lawz menawarkan pengalaman yang langka: bukan sekadar melihat salju di gurun, tetapi juga menyentuh jejak zaman yang dalam. Kunjungan yang bertanggung jawab dan penuh rasa hormat akan memastikan warisan alam dan sejarahnya tetap lestari untuk generasi mendatang.

Whatsapp Chat Admin