PENGEPUNGAN ALEPPO (1260)
Pengepungan Aleppo terjadi pada Januari 1260 ketika pasukan Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan menyerang kota Aleppo, yang saat itu merupakan salah satu kota penting di wilayah Syam. Serangan ini merupakan bagian dari ekspansi besar Kekaisaran Mongol ke kawasan Timur Tengah. Pasukan Mongol mendapat dukungan dari sejumlah sekutu regional, termasuk Kerajaan Armenia Kilikia dan Kepangeranan Antiokhia.
Pasukan Mongol mulai mengepung Aleppo pada 18 Januari 1260. Kota tersebut dipertahankan oleh pasukan Ayyubiyah di bawah pemerintahan al-Malik al-Mu'azzam Turan Shah. Meskipun para penduduk dan pasukan di dalam kota melakukan perlawanan, kekuatan Mongol jauh lebih besar. Setelah pengepungan berlangsung selama beberapa hari, pertahanan Aleppo akhirnya berhasil ditembus.
Setelah kota jatuh, terjadi pembantaian besar terhadap penduduk Aleppo. Berbagai sumber sejarah menggambarkan banyaknya korban dari kalangan penduduk Muslim dan Yahudi, sementara sebagian perempuan dan anak-anak ditawan dan dijadikan budak. Penaklukan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan penting di kota, termasuk Masjid Agung Aleppo.
Penaklukan Aleppo menjadi salah satu kemenangan penting Hulagu dalam kampanye Mongol di Syam. Setelah menguasai Aleppo, pasukan Mongol melanjutkan pergerakannya ke wilayah lain dan kemudian berhasil menguasai Damaskus. Keberhasilan tersebut membuat sebagian besar wilayah Syam berada di bawah kendali Mongol untuk sementara waktu.
Namun, kekuasaan Mongol di Syam tidak berlangsung lama. Pada September 1260, pasukan Mamluk yang dipimpin Sultan Qutuz dan panglima Baybars berhasil mengalahkan pasukan Mongol dalam Pertempuran Ain Jalut. Kekalahan tersebut menghentikan ekspansi Mongol lebih jauh ke Mesir dan menjadi titik penting dalam sejarah Timur Tengah, karena wilayah Syam kemudian kembali berada di bawah kekuasaan Mamluk.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Pengepungan_Aleppo_(1260)