Berita / PERTEMPURAN YAMAMAH: PERANG BESAR YANG MENJAGA AL-QUR’AN TETAP HIDUP
12 May 2026

PERTEMPURAN YAMAMAH: PERANG BESAR YANG MENJAGA AL-QUR’AN TETAP HIDUP

Image PERTEMPURAN YAMAMAH: PERANG BESAR YANG MENJAGA AL-QUR’AN TETAP HIDUP News

Setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, Jazirah Arab mulai dilanda kekacauan. Banyak kabilah yang murtad, menolak membayar zakat, bahkan muncul orang-orang yang mengaku sebagai nabi. Salah satu yang paling terkenal adalah Musailamah Al-Kadzdzab, seorang nabi palsu dari Yamamah. Di tengah kondisi yang genting itu, Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq mengambil keputusan besar: memerangi pemberontakan demi menjaga agama Islam tetap tegak.

Pertempuran Yamamah terjadi pada tahun 632 M di wilayah Yamamah, yang sekarang termasuk kawasan Arab Saudi. Awalnya, pasukan Muslim dipimpin oleh Ikrimah bin Abi Jahal dan Syarhabil bin Hasanah. Namun keduanya mengalami kekalahan karena terburu-buru menyerang pasukan Musailamah yang jumlahnya jauh lebih besar. Akhirnya, Abu Bakar mengirim panglima terbaiknya, Khalid bin Al-Walid, untuk memimpin perang besar tersebut.

Saat pertempuran dimulai, keadaan sangat sengit. Pasukan Muslim berjumlah sekitar 13.000 orang, sementara pengikut Musailamah mencapai sekitar 40.000 pasukan. Di awal peperangan, kaum Muslimin sempat terdesak karena pasukan Musailamah bertarung dengan sangat brutal. Namun Khalid bin Al-Walid segera menyusun ulang barisan dan memisahkan pasukan berdasarkan kabilah agar lebih rapi dan teratur. Strategi itu mulai mengubah jalannya peperangan.

Salah satu momen paling terkenal dalam Pertempuran Yamamah adalah peristiwa “Kebun Kematian”. Setelah pasukan Musailamah mulai kalah, mereka mundur dan berlindung di sebuah kebun besar yang dipenuhi pagar tinggi. Di sanalah pertempuran berdarah terjadi. Al-Bara bin Malik meminta dirinya dilempar melewati tembok agar bisa membuka gerbang dari dalam. Setelah gerbang terbuka, pasukan Muslim menyerbu masuk hingga akhirnya Musailamah berhasil dibunuh. Kebun itu kemudian dikenal sebagai Kebun Kematian karena begitu banyak korban berjatuhan di sana.

Meski kaum Muslimin meraih kemenangan, perang ini meninggalkan luka besar. Lebih dari seribu kaum Muslimin gugur, termasuk banyak penghafal Al-Qur’an. Hal inilah yang membuat Umar bin Khattab khawatir jika Al-Qur’an akan hilang bersama wafatnya para huffazh. Dari sinilah muncul usulan untuk mengumpulkan Al-Qur’an dalam satu mushaf pada masa Abu Bakar Ash-Shiddiq. Jadi, secara tidak langsung, Pertempuran Yamamah menjadi salah satu sebab penting dikumpulkannya Al-Qur’an menjadi mushaf yang terjaga hingga hari ini.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Yamamah

 

Whatsapp Chat Admin