Berita / MENJAGA KESUCIAN BAITULLAH: MENILIK KHIDMATNYA TRADISI TAHUNAN GHUSL KA'BAH DI MAKKAH
02 Jul 2026

MENJAGA KESUCIAN BAITULLAH: MENILIK KHIDMATNYA TRADISI TAHUNAN GHUSL KA'BAH DI MAKKAH

Image MENJAGA KESUCIAN BAITULLAH: MENILIK KHIDMATNYA TRADISI TAHUNAN GHUSL KA'BAH DI MAKKAH News

a.

Mewakili Penjaga Dua Masjid Suci (King Salman bin Abdulaziz), Wakil Gubernur Wilayah Makkah, Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz, memimpin langsung upacara pembersihan tersebut. Acara ini juga dihadiri oleh pejabat senior dari Otoritas Umum Perawatan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, jajaran korps diplomatik negara-negara Islam, serta para pengurus senior Baitullah (Sadanah).

Dimulai dari Pengangkatan Kiswah

Prosesi dimulai sejak malam hari pasca-salat Isya, di mana petugas teknis mengangkat bagian bawah Kiswah (kain penutup Ka’bah) yang menutupi area pintu. Langkah ini secara reguler dilakukan demi mempermudah akses masuk bagi para tamu undangan dan pejabat yang akan naik ke dalam ruang interior Ka'bah.

Pihak otoritas menyatakan bahwa seluruh kesiapan teknis, pelayanan, hingga tim teknik dikerahkan secara terukur guna memastikan ritual tahunan ini berjalan khidmat dan lancar tanpa mengganggu kekhusyukan para jemaah yang sedang beribadah di area mataf (area tawaf).

Formula Khusus dan Wewangian Premium

Pembersihan bagian dalam bangunan suci ini tidak menggunakan bahan kimia sembarangan. Menurut data resmi yang dirilis, proses pencucian mengandalkan formula khusus berbahan dasar alami premium dengan takaran yang presisi.

Campuran bahan pembersih tersebut terdiri dari:

  • 15 Liter Air Zamzam: Sebagai elemen dasar pembersih utama yang penuh berkah.

  • 15 Liter Air Mawar Taif: Air mawar khas yang terkenal dengan kualitas aroma terbaik di Arab Saudi.

  • 15 Liter Minyak Mawar: Guna memperkuat ketahanan aroma wewangian di dinding interior.

  • 100 Mililiter Minyak Oud Premium: Minyak gaharu berkualitas tinggi untuk memberikan sentuhan keharuman khas yang megah dan menenangkan.

Para pejabat dan tamu menggunakan kain putih bersih yang telah dibasahi campuran tersebut untuk menyeka dinding bagian dalam, tiga pilar utama penopang struktur, serta lantai marmer Ka'bah. Setelah proses pembersihan selesai, seluruh permukaan dikeringkan secara saksama sebelum ruangan kembali diberi wewangian dengan membakar dupa gaharu (bukhoor).

Simbol Penghormatan dan Estafet Sejarah

Tradisi mencuci Ka'bah mengakar kuat pada sirah nabawiyah, merujuk pada tindakan Nabi Muhammad SAW yang membersihkan bagian dalam Ka'bah dari berhala dan wewangian yang tidak syar'i saat peristiwa Fathu Makkah (Pembebasan Kota Makkah).

Jika pada masa lampau dan awal berdirinya kerajaan Arab Saudi modern di bawah Raja Abdulaziz tradisi ini sempat dilakukan dua kali dalam setahun, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah Arab Saudi meregulasi upacara ini menjadi satu kali dalam setahun pada pertengahan bulan Muharram. Hal ini dilakukan demi efisiensi manajemen pelayanan serta meningkatnya volume jemaah umrah sepanjang tahun di Makkah.

Bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia, visualisasi dan pelaksanaan Ghusl Ka’bah bukan sekadar ritual pembersihan fisik, melainkan simbol kuat dari pemeliharaan kesucian, penghormatan mendalam, serta kontinuitas spiritualitas Islam yang tidak lekang oleh waktu.

Whatsapp Chat Admin