Berita / MASJID ULUCAMII BURSA: MAHKOTA KOTA KEKAISARAN OTTOMAN YANG MEGAH
07 Jan 2026

MASJID ULUCAMII BURSA: MAHKOTA KOTA KEKAISARAN OTTOMAN YANG MEGAH

Image MASJID ULUCAMII BURSA: MAHKOTA KOTA KEKAISARAN OTTOMAN YANG MEGAH News

Di jantung kota Bursa, Turki, berdiri dengan anggun sebuah mahakarya arsitektur yang menjadi saksi bisu kebangkitan sebuah kekaisaran besar: Masjid Agung Ulucamii (Ulu Camii). Lebih dari sekadar tempat ibadah, masjid ini adalah simbol spiritual, politik, dan budaya dari Kesultanan Ottoman yang berjaya. Dibangun antara 1396 dan 1399 atas perintah Sultan Bayezid I, Ulucami tidak hanya memukau dengan skala dan kemegahannya, tetapi juga menyimpan cerita, keunikan arsitektur, dan kedamaian yang menyentuh jiwa.

Sejarah Pembangunan: Sebuah Janji dan Kemenangan

Legenda menyebutkan bahwa pembangunan masjid ini terkait dengan janji Sultan Bayezid I sebelum Pertempuran Nicopolis (1396). Sang Sultan bersumpah akan membangun 20 masjid jika memenangkan pertempuran melawan pasukan salib. Setelah meraih kemenangan gemilang, para penasihatnya menyarankan untuk membangun satu masjid agung yang memiliki 20 kubah, sebagai representasi dari janji 20 masjid tersebut. Maka, lahirlah Ulucami dengan 20 kubahnya yang ikonik, disusun dalam 4 baris masing-masing 5 kubah, dan dua menara yang menjulang.

Keunikan Arsitektur: Kesederhanaan yang Monumental

Berbeda dengan masjid-masjid Ottoman klasik yang didominasi kubah tunggal besar, Ulucami justru menampilkan gaya "Bursa" yang khas. Rangkaian 20 kubah tersebut didukung oleh 12 pilar besar di dalam ruang salat, menciptakan kesan hutan kolom yang luas dan megah. Arsiteknya adalah Ali Neccar atau Hacı Ivaz Pasha.

Beberapa elemen arsitektur yang paling mencolok:

Air Mancur Ablusi (Şadırvan) di Dalam Ruang Salat: Ini adalah fitur yang sangat tidak biasa dan menjadi ciri khas Ulucami. Di tengah-tengah ruang sholat utama, terdapat air mancur berbentuk segi delapan (şadırvan) yang digunakan untuk wudhu. Suara gemericik airnya menambah suasana tenang dan kontemplatif di dalam masjid. Filosofinya, air mengalir mewakili kehidupan dan kemurnian di pusat ibadah.

Kaligrafi yang Mengagumkan: Interior masjid dihiasi dengan 192 karya kaligrafi orisinal di dinding, kolom, dan kubah. Kaligrafi-kaligrafi ini, ditulis oleh 41 kaligrafer terkemuka pada masa itu, mencakup ayat-ayat Al-Qur'an, nama-nama Allah, dan doa-doa. Koleksinya disebut-sebut sebagai "museum kaligrafi Islam" terbuka.

Mihrab dan Mimbar Kayu: Mihrab (ceruk arah kiblat) yang dihiasi dengan indah dan mimbar kayu yang dipahat dengan sangat rumit (kündekâri technique) merupakan contoh puncak kerajinan kayu periode awal Ottoman. Mimbar ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia Islam.

Jendela dan Pencahayaan: Cahaya alami masuk dari jendela-jendela di berbagai tingkat dinding, menyinari interior dengan cahaya lembut yang bergeser sepanjang hari, menciptakan permainan bayangan yang menenangkan pada kolom-kolom dan kaligrafi.

Pusat Spiritual dan Sosial

Sebagai "Masjid Agung" (Ulucami), fungsinya melampaui sholat lima waktu. Pada masa kejayaannya, kompleks masjid ini menjadi pusat kehidupan kota. Area di sekitarnya (külliye) dilengkapi dengan madrasah, pemandian umum (hamam), dan pasar (bedesten), menjadikannya jantung denyut nadi Bursa baik dalam aspek keagamaan, pendidikan, perdagangan, dan sosial.

Pengalaman Berkunjung

Bagi pengunjung, memasuki Masjid Ulucamii adalah pengalaman yang mendalam. Skala interiornya yang luas dan terbuka langsung terasa. Mata akan tertarik pada keindahan kaligrafi yang memenuhi setiap sudut, sementara telinga dimanjakan oleh gemericik air dari şadırvan tengah. Suasana hening dan khidmat, meski ramai dikunjungi, membuat setiap orang bisa merenung dan mengagumi keagungan ciptaan manusia yang dipersembahkan untuk Yang Maha Kuasa.

Lokasi & Tips Berkunjung:

Terletak di pusat kota Bursa, di area Tophane, berdekatan dengan Pasar Sutra (Koza Hanı) dan Masjid Hijau (Yeşil Camii).

Waktu terbaik berkunjung: Pagi hari untuk cahaya terbaik atau antara waktu salat untuk menghormati jamaah yang beribadah.

Aturan berbusana: Sopan, menutup aurat. Wanita disarankan mengenakan kerudung. Jilbab disediakan di pintu masuk.

Buka setiap hari, namun hindari waktu salat Jumat atau salat berjamaah lainnya jika hanya ingin berwisata.

Luangkan waktu untuk melihat detail mimbar kayu, kaligrafi di setiap pilar, dan duduk sejenak di dekat şadırvan untuk merasakan ketenangannya.

Kesimpulan

Masjid Ulucamii Bursa bukan hanya batu dan mortar. Ia adalah narasi awal kejayaan Ottoman, sebuah kanvas bagi seni kaligrafi tertinggi, dan ruang ibadah yang dirancang dengan filosofi mendalam. Dengan desain kubahnya yang unik dan "kolam renang wudhu" di tengahnya, Ulucami menawarkan pengalaman spiritual dan artistik yang berbeda dari masjid-masjid besar lainnya di Turki. Berkunjung ke Bursa tidak akan lengkap tanpa meluangkan waktu untuk duduk, memandang, dan merasakan ketenangan di dalam mahkota kota pertama Kesultanan Ottoman ini.

Whatsapp Chat Admin