Berita / JANNATUL BAQI: OASIS KEABADIAN DI SISI KEDIAMAN SANG NABI
24 Dec 2025

JANNATUL BAQI: OASIS KEABADIAN DI SISI KEDIAMAN SANG NABI

Image JANNATUL BAQI: OASIS KEABADIAN DI SISI KEDIAMAN SANG NABI News

Jannatul Baqi (Arab: جنة البقيع), yang secara etimologis berarti "Taman Pepohonan yang Rimbun," bukan sekadar sebidang tanah pemakaman. Ia adalah manifestasi sejarah Islam yang membentang selama 1.400 tahun, terletak dengan anggun di sebelah timur Masjid Nabawi, Madinah Al-Munawwarah. Sebagai pemakaman tertua dan paling suci dalam tradisi Islam, Baqi merupakan tempat peristirahat terakhir bagi para bintang-bintang sejarah: keluarga Nabi, para sahabat, serta ribuan syuhada.

 

Tapak Sejarah: Dari Rawa Menjadi Taman Surga

Pada masa awal Hijrah, wilayah ini dipenuhi oleh semak berduri (Gharqad). Rasulullah SAW sendiri yang memilih lokasi ini sebagai pemakaman bagi umat Muslim. Sahabat pertama yang dimakamkan di sini adalah As’ad bin Zurarah dari kalangan Ansar, diikuti oleh Utsman bin Mazh’un dari kalangan Muhajirin. Sejak saat itu, Jannatul Baqi menjadi saksi bisu atas pertumbuhan umat Islam, dari sebuah komunitas kecil hingga menjadi peradaban besar dunia.

 

Tokoh-Tokoh Agung yang Bersemayam

Mengutip catatan sejarah dari Islamic Landmarks, diperkirakan lebih dari 10.000 sahabat Nabi dimakamkan di sini, di antaranya:

  • Ahlul Bayt (Keluarga Nabi): Termasuk putri tercinta beliau, Fatimah az-Zahra, serta para istri Nabi (kecuali Khadijah r.a. dan Maimunah r.a.).

  • Utsman bin Affan: Khalifah ketiga yang dikenal dengan kedermawanannya.

  • Imam-Imam Besar: Bagi kaum Syiah, Baqi memiliki nilai sakral tambahan karena merupakan makam dari empat Imam mereka: Hasan bin Ali, Ali bin Husain,

  • Muhammad al-Baqir, dan Ja'far al-Sadiq.

  • Ulama dan Wali: Di antaranya adalah Imam Malik, pendiri mazhab Maliki.

 

Perubahan Arsitektural dan Signifikansi Modern

Dalam perjalanan sejarahnya, Jannatul Baqi pernah dihiasi dengan kubah-kubah megah dan monumen artistik. Namun, sejalan dengan kebijakan pemerintah Arab Saudi yang didasarkan pada interpretasi tertentu dalam hukum Islam, bangunan-bangunan tersebut diruntuhkan pada tahun 1925/1926.

 

Hingga tahun 2025, pemandangan Baqi tetap dipertahankan dalam kesederhanaan yang mendalam. Tidak ada nisan bertuliskan nama; hanya gundukan tanah dan batu-batu kecil yang menandai keberadaan jiwa-jiwa agung. Kesederhanaan ini justru memancarkan filosofi bahwa di hadapan Sang Pencipta, semua manusia adalah setara.

Panduan Ziarah bagi Peziarah (Update 2025). Bagi Anda yang berencana mengunjungi Madinah, berikut adalah hal-hal penting yang perlu diperhatikan sesuai protokol terbaru dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi:

  • Waktu Kunjungan: Kawasan pemakaman biasanya dibuka untuk umum (khusus laki-laki) setelah shalat Subuh dan setelah shalat Ashar.

  • Akses Bagi Wanita: Mengikuti tradisi setempat, wanita tidak diperkenankan memasuki area dalam pemakaman, namun dapat memberikan penghormatan dan berdoa dari pagar pembatas di area luar masjid.

  • Etika Ziarah: Peziarah sangat disarankan untuk menjaga ketenangan, dilarang meratap secara berlebihan, serta dilarang membuang sampah atau mengambil tanah/batu dari area pemakaman.

  • Transportasi: Karena lokasinya yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi, peziarah cukup berjalan kaki melalui Gerbang Bab al-Baqi.

Penutup

Menatap Jannatul Baqi adalah menatap sejarah yang tak akan pernah lekang oleh waktu. Ia adalah pengingat akan kefanaan dunia dan kemuliaan karakter manusia yang telah mendahului kita. Bagi setiap Muslim, berdiri di hadapan Baqi bukan sekadar ritual, melainkan sebuah dialog spiritual antara masa lalu yang gemilang dan masa depan yang abadi.

 

Whatsapp Chat Admin