BAI’ATUL AQABAH PERTAMA: AWAL TERBUKANYA JALAN DAKWAH ISLAM KE MADINAH
Bai’atul Aqabah Pertama merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah dakwah Islam yang terjadi pada tahun ke-12 kenabian, sebelum hijrah Rasulullah ﷺ ke Madinah. Peristiwa ini berlangsung secara rahasia di daerah Aqabah, Mina, ketika musim haji. Pada saat itu, sekelompok penduduk Yatsrib (Madinah) datang menemui Rasulullah ﷺ dan menyatakan keimanan mereka serta kesediaan mengikuti ajaran Islam. Peristiwa ini menjadi titik awal terbentuknya hubungan kuat antara kaum Muslimin Makkah dan calon kaum Anshar di Madinah.
Jumlah orang yang berbai’at pada Bai’at Aqabah Pertama sebanyak dua belas orang dari suku Aus dan Khazraj. Mereka berbai’at kepada Rasulullah ﷺ untuk beriman kepada Allah dan menjalankan prinsip-prinsip dasar Islam. Isi bai’at tersebut berfokus pada komitmen akidah dan akhlak, seperti tidak menyekutukan Allah, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak, serta tidak melakukan kedustaan dan kemaksiatan. Bai’at ini menekankan pembinaan iman dan moral, bukan perjanjian perang atau jihad.
Bai’at Aqabah Pertama memiliki tujuan utama menanamkan fondasi tauhid dan ketaatan sebelum terbentuknya masyarakat Islam yang kuat. Rasulullah ﷺ saat itu belum memerintahkan perjuangan fisik, melainkan membangun karakter dan keimanan para pengikutnya. Karena itu, bai’at ini dikenal sebagai bai’at keislaman dan pembinaan, yaitu janji untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta meninggalkan perbuatan-perbuatan mungkar.
Setelah bai’at tersebut, Rasulullah ﷺ mengutus Mush‘ab bin ‘Umair radhiyallahu ‘anhu ke Madinah untuk mengajarkan Al-Qur’an dan Islam kepada penduduk setempat. Dakwah Mush‘ab berkembang sangat pesat hingga banyak tokoh Madinah masuk Islam. Inilah yang kemudian mempersiapkan Madinah menjadi lingkungan yang siap menerima hijrah kaum Muslimin dan menjadi pusat perkembangan Islam di masa berikutnya.
Dengan demikian, Bai’atul Aqabah Pertama bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi langkah strategis dalam perjalanan dakwah Islam. Peristiwa ini menjadi pembuka jalan menuju Bai’at Aqabah Kedua dan akhirnya hijrah ke Madinah, yang kemudian melahirkan masyarakat Islam pertama. Dari sinilah Islam mulai memiliki basis kekuatan sosial yang memungkinkan dakwah berkembang secara terbuka dan lebih luas.
Sumber : https://almanhaj.or.id/2414-baiatul-aqabah-yang-pertama.html